Manfaat Propolis Untuk Kesehatan Tubuh

Propolis merupakan suatu resin yang lengket yang asalnya dari batang pohon atau juga kulit kayu, kemudian diakumulasikan dan dilakukan proses dengan sekresi dari ludah lebah. Biasanya atanaman yang mengeluarkan resin untuk membantu dalam melindungi dirinya sendiri dari penyakt untuk membantu dalam memperbaiki kerusakan. Banyak manfaat propolis untuk kesehatan tubuh, salah satunya adalah untuk mencegah dan juga untuk proses terapi pencegahan penyakit. Manfaat yang diberikan dari propolis untuk mencegah terjadinya penyakit sistem kardiovaskular, sistem darah, sistem untuk pernapasan, dan sistem imunitas, sistem pencernaan, masalah sakit gigi, kulit, penyakit kanker dan juga perlindungan untuk hati.

Efek yang terkandung di dalam manfaat propolis untuk kesehatan tubuh adalah sebaga antinyeri atau anestesik, anti-alergi, antibiotic, antijamur, antiinflamasi, antiradiasi, antioksidan dan juga sebagai pengawet, antiseptic, antikanker, dan juga untuk membantu menstimulasi daya tahan tubuh Anda.

Manfaat propolis untuk kesehatan tubuh bisa didapat karena memang propolis sendiri terbuat dari bahan alami 100% yang terdapat antibiotic yang sudah bebas akan racun dan bisa membantu dalam melawan virus. Rekais yang ditunjukkan dari propolis ini adalah proses detoksifikasi yang positif, hal ini terjadi karena menunjukkan bahwa propolis bekerja dengan baik di dalam tubuh. Reaksi ini sifatnya hanya sementara saja.

Propolis sendiri tidak ada kadaluarsanya. Caranya adalah dengan menyimpannya secara normal dengan tujuan agar propolis dalam keadaan tetap terjaga kesterilanny dan juga tidak terkontaminasi hingga bertahun-tahun lamanya. Dan oleh sebab itulah propolis aman untuk dikonsumsi untuk waktu yang lebih panjang, tidak menimbulkan efek samping dalam bentu gangguan kerusakan darah, hati, ginjal, dan juga efek samping serta over dosis.

Bahan-bahan alami yang terkandung di dalam propolis itu sendiri adalah Bioflavonoids, Mineral, protein, Vtamin, Glukosa, 10% minyak esensial, 5% serbuk sari atauu pollen, dan juga zat nutrisi yang penting untuk tubuh yang lainnya.

 

Posted in Harga Propolis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Propolis Sebagai Obat

Penelitian tentang efek propolis dalam dunia kesehatan sudah berjalan lebih dari 30 tahun. Salah satu efeknya adalah sebagai antinyeri. Setiap orang yang mengunyah propolis berkualitas akan merasakan adanya efek baal (mati rasa) ini. Secara tradisional, propolis memang sudah digunakan untuk mengurangi nyeri pada luka, terutama untuk sariawan . Efek ini didapat dari kandungan pinocembrin, pinostrobin, dan ester asam cafeat dalam propolis. Pinocembrin dan asam cafeat sendiri sudah terbukti memiliki efek sepersepuluh lidokain, sejenis obat bius lokal.

Bioflavonoid yang ada dalam propolis juga dapat menghambat pelepasan histamin dan serotonin. Dalam tubuh, zat-zat ini dapat menyebabkan alergi sehingga propolis dikatakan dapat mengurangi reaksi alergi. Namun, pada beberapa orang (1:1000), propolis malah menyebabkan alergi, biasanya berupa bentol ringan.

Efek lain propolis adalah sebagai antibiotik, antijamur, dan antivirus. Sudah lebih dari 5 dekade propolis terbukti sebagai antibiotik, bahkan di Rusia, dijuluki sebagai “Russian penicillin”. Efektivitasnya terutama dengan menon-aktifkan bakteri (bakteriostatik). Kuman yang telah diteliti dapat bereaksi dengan propolis adalah mikobakterium tuberkulosis penyebab penyakit TBC, bacillus subtilis, proteus vulgaris, bacillus alvei, termasuk Stafilococus aureus dan Escherichia coli. Propolis bila ditambah dengan antibiotik standard seperti tetrasiklin, neomisin dan polimiksin, hasilnya dapat melawan kuman Stafilokokus aureus 10-100 kali lebih baik. Sebaiknya, untuk luka kecil, koreng, bisul, goresan, gunakan telebih dahulu propolis sebagai obat luar.

Propolis sebagai antijamur dan antivirus memang baru sekitar satu dekade diteliti secara modern. Meskipun begitu, sejak tahun 70-an, propolis sudah ditemukan dapat membunuh jamur, termasuk Candida albicans. Bahkan penelitian tahun 1977 menunjukkan propolis dapat membunuh protozoa penyebab keputihan, seperti Trichomonas vaginalis dan Toxoplasma gondii.

Antijamur dalam propolis yang paling menonjol adalah pinocembrin, bila dioleskan. Efeknya akan berbeda bila diminum atau disuntikkan. Sediaan propolis terbaik sebagai antijamur adalah propolis dalam campuran alkohol dibandingkan dalam campuran air. pada sebuah penelitia, 10% ekstrak propolis alkohol dapat membunuh 17 jenis jamur.

Efek antivirus propolis tidak terlepas dari perannya sebagai imunostimulan, yaitu meningkatkan daya tahan tubuh. Konig dan kawan-kawan pada tahun 1985 menemukan kandungan asam cafeat sebagai antivirus, sementara flavonoid yang lain tidak demikian. Peneliti Bulgaria menemukan kandungan derivat fenol larut air dalam propolis juga punya efek imunostimulan. Efeknya lebih baik bila propolis diminum dari pada disuntikkan. Propolis juga meningkatkan imunitas dengan cara memproduksi jumlah sel penghasil antibodi di limpa tiga kali lebih banyak dibandingkan tanpa propolis. Baru pada tahun 1992, ditemukan zat aktif yaitu galangin, kaempferol, dan quercetin pda propolis yang dapat menghambat perkembangan virus, termasuk virus polio, herpes, dan influenza.

Efek terapi propolis yang lain adalah sebagai antitumor atau antikanker. Zat aktif yang banyak diteliti adalah CAPE (Caffeic Acid Phenylethyl Ester) karena secara laboratorium, zat aktif ini dapat menghambat pertumbuhan sel terutama pada manusia. Keunggulan lain, CAPE dapat dengan mudah diekstrak dari propolis dan diukur dosisnya, serta dapat digandakan.

Propolis juga telah banyak diteliti sebagai antiradang. Ini diduga karena kandungan flavonoid dalam propolis dapat menghambat kerja enzim yang memecahkan membran sel. Peran propolis lain adalah mempercepat penyembuhan dengan cara meningkatkan pertumbuhan sel-sel seperti pada luka di kulit ataupun di lambung.

Kandungan antioksidan propolis juga menarik perhatian peneliti untuk mengujicobanya di bidang radiasi. Radiasi adalah stimulan terbentuknya radikal bebas dan propolis mampu mengangkut radikal bebas yang terbentuk hingga memiliki efek proteksi. Efek paling baik adalah bila propolis diberikan sebelum atau sesaat sesudah radiasi dengan cara disuntikkan. Efek antioksidan propolis juga membuatnya punya kelebihan 2 kali lipat dapat mengawetkan dibandingkan pengawet standar. Jepang merupakan salah satu negara yang banyak melakukan pengawetan daging ataupun ikan dengan menggunakan propolis. Cara ini terbukti dapat mengawetkan makanan tanpa menghilangkan cita rasanya.

Efek antioksidan propolis juga menempatkannya sebagai obat awet muda dan panjang umur. Penelitian lain menunjukkan propolis juga memiliki efek detoksifikasi zat beracun lewat pembersihan hati. Konsumsi propolis setiap hari dapat mencegah akumulasi racun dalam tubuh.

Posted in Harga Propolis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Komposisi Propolis

Setiap jenis lebah memiliki resin tertentu yang ada didaerahnya sehingga komposisi propolis amat bervariasi. Tingginya variasi tergantung jenis pohon, suhu wilayah, bahkan hari (saat) ketika propolis dikumpulkan. Misalnya, propolis yang diambil dari pohon Populos mempunyai flavonoid yang tinggi, sedangkan yang diambil dari pohon Aspen memiliki lebih banyak asam aromatik.

Propolis terdiri dari sekitar bahan kimia berbeda yang masih terus ditemukan setiap tahun. Komponennya adalah flavonoid dan asam fenolat, termasuk caffeic acid phenylethyl ester (CAPE) yang kandungannya mencapai 50% dari seluruh komposisi. Di antara 150 bahan kimia tersebut ditemukan zat dengan efek antivirus (fenolik, ester caffeic, asam ferulat, luteolins, quercetin), antiperadangan (asam caffeic, ester fentil, galangin, kaempferol, dan kaempferid), mengurangi nyeri (alkohol, campuran ester caffeat), antitumor (asam caffeic, ester fenetil), dan antimikroba (flavonoid, galangin, pinocembrin).

Flavonoid terdapat hampir di semua spesies bunga. Jenis flavonoid yang terpenting dalam propolis adalah pinocembrin dan galangin. Kandungan kimianya sedikit berbeda dengan flavonoid dari bunga karena adanya pemrosesan oleh lebah. Kandungan flavonoid dalam propolis bervariasi 10-20%. Kandungan ini merupakan yang terbanyak dibandingkan kandungan flavonoid dalam produk lebah lainnya.

Melia Propolis

Flavonoid sangat bermanfaat untuk melindungi tubuh dari infeksi virus. Menurut dr. Havsteen, efek flavonoid sama seperti aspirin, yaitu mencegah peradangan, dan tanpa efek samping. Efek lainnya juga dapat mencegah alergi. Flavonoid mencegah kebocoran sel yang berisi histamin dan serotonin, zat utama penyebab gejala alergi.

Kandungan komponen malam dan asam lemak dalam propolis biasanya 25-35%. Dua komponen ini kebanyakan bersifat tidak aktif secara kimia. Bila propolis digunakan untuk bentuk ekstrak untuk obat, kandungan malam umumnya sudah berkurang.

Propolis juga mengandung minyak esensial yang bersifat menguap. Kadarnya sekitar 10%. Zat mudah menguap ini yang memberi aroma propolis, tetapi efeknya belum diketahui. Selain itu, propolis masih mengandung pollen sebesar 5%, mineral dan zat organik lain sekitar 5% (14 jenis mineral ditambah keton, lakton, quinon, steroid, asam benzoat dan ester, sedikit vitamin dan gula). Propolis juga mengandung banyak macam asam amino esensial.

Cara Memanen Propolis

Propolis dipanen para peternak dengan cara memasang perangkap khusus. Dengan cara ini, propolis tidak akan tercampur dengan zat lain seperti malam ataupun kotoran. Perangkap pada dasarnya berupa lempeng khusus atau filter yang akan merangsang pecahnya dinding sarang sehingga lebah akan berusaha menambal lubang itu dengan propolis. Setelah itu, dilakukan pendinginan agar propolis menjadi keras dan rapuh dan mudah dikeluarkan dari filter. Biasanya, metode pemanenan ini menghasilkan propolis yang bersih dan berkualitas baik.

Kandungan propolis dapat menurun seiring dengan waktu penyimpan, terutama efek antibakterinya. Propolis idealnya disimpan pada suhu kurang 10-20 derajat Celcius dalam tempat yang kedap udara dan terhindar dari cahaya.

Memilih Propolis yang Berkualitas

Memilih ekstrak propolis yang baik memang agak sulit karena tidak bisa dibedakan secara fisik. Bahkan, analisis kimia hanya menyediakan perkiraan komponen utamanya dan dengan harga yang mahal. Oleh karenanya, membeli propolis haruslah di tempat yang bisa dipercaya.

Propolis yang baik haruslah bebas dari kontaminasi racun, seperti pestisida ataupun logam berat. Selain itu, pihak produsen idealnya mencantumkan kandungan propolis sehingga dapat dilihat kadar malam, abu, dan bahan tidak larutnya. Sebaiknya zat-zat tersebut hanya terkandung dalam jumlah sedikit, sedangkan zat aktif dalam propolis lebih dominan. Sumber pohon tempat obat propolis diambil juga harus jelas karena penelitian menunjukkan propolis dari pohon tertentu memiliki keunggulan yang khusus.

Propolis yang lengket dan mengandung banyak zat tidak terlarut bisa dibuat ekstrak dan dijadikan kapsul atau tablet. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun tingtur propolis yang berdasar air ataupun alkohol hanya mengandung zat propolis yang larut. Keuntungannya bentuk sediaan ini paling mudah diserap. Kekurangannya, kandungan aktif propolis yang tidak larut tidak terbawa. Dengan demikian, sediaan propolis utuh akan memberi keuntungan tambahan.

Propolis dalam bentuk kapsul biasanya mengandung zat yang lengkap meskipun tidak semua dapat diserap dengan baik. Beberapa zat aktif bisa tidak terserap bila propolis terikat pada resin tidak larut dan lengket. Oleh karenanya, propolis utuh yang diproses dan dibuat kapsul mungkin pilihan yang lebih baik daripada yang dipadatkan menjadi tablet. Sediaan propolis lain adalah partikel propolis yang dicampurkan dalam madu atau sirup. Dalam sediaan ini, terdapat propolis utuh, propolis ekstra, dan ekstrak tumbuhan obat.

Posted in Harga Propolis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sejarah Penggunaan Propolis

Propolis berasal dari bahasa Yunani, yaitu PRO yang berarti di depan atau sebelum dan POLIS yang berarti kota. Istilah ini menggambarkan propolis sebagai penjaga lebah dari serangan binatang lain dan juga cuaca yang buruk.

Propolis merupakan resin lengket yang berasal dari batang pohon atau kulit kayu, dikumpulkan dan di proses dengan sekresi cairan ludah lebah. Tanaman mengeluarkan resin untuk melindungi dirinya dari penyakit dan memperbaiki kerusakan.

Resin digunakan lebah untuk melapisi sarang bagian dalam, memperbaiki sisiran yang rusak, menambal lubang-lubang, dan memperkecil ukuran jalan masuk sel untuk menghindari udara dingin. Jika ada binatang yang mati dalam sarang dan terlalu berat untuk dibuang, lebah akan membungkusnya dengan propolis. Yang juga penting, propolis digunakan sebagai campuran malam untuk menutup sel berisi larva sehingga terlindung dari serangan.


Cara pasti bagaimana lebah mendapatkan resin bunga belum jelas, agaknya lebah mengambil resin dengan cara mengelupasnya memakai rahang mereka lalu membawanya seperti membawa pollen, yaitu dalam keranjang pollen.

Disarang, lebah lain akan menerima propolis dari lebah pandu tersebut lalu memperosesnya dengan lilin dan menggunakannya sesuai kebutuhan. Ini bisa terjadi berjam-jam sampai propolis di kaki lebah pandu habis.

Lebah yang diketahui mengumpulkan propolis adalah A. mellifera, lebah madu tidak bersengat genus Meliponinio dan Trigona.

Sejarah Penggunaan Propolis.

Seorang sarjana Romawi, Pliny The Elder (79-23 SM) penulis Ensiklopedia Historia Naturalis, sudah mengidentifikasi bahwa propolis memiliki kemampuan mengurangi pembengkakan, meredakan nyeri dan menyembuhkan luka yang parah. Suku Inca menggunakan propolis untuk mengatasi semua peradangan dan pembengkakan. Selama perang Boer (1888-1902) propolis dicampur dengan petroleum jelly digunakan untuk membersihkan luka dan mempercepat penyembuhan.

Dibidang lain, sejak dahulu propolis merupakan pilihan untuk melapisi benda-benda seperti alat musik. Salah satu alat musik legendaris yang amat awet adalah biola Guarnieri buatan tahun 1750 yang sudah diteliti ditemukan adanya unsur pollen dan propolis. Propolis yang dicampur alkohol secara turun temurun juga digunakan untuk membersihkan peralatan agar bersinar dan tahan lama. Orang Mongolia dan Siberia menggunakan propolis untuk melapisi kayu rumah hingga dapat bertahan dari salju dan udara dingin tanpa merusak kayu.

Ciri Khas Fisik Propolis

Propolis bersifat lengket seperti lem sehingga sering disebut lem lebah. Warna, bau, dan khasiatnya berbeda-beda tergantung sumber dan musim ketika lebah mengumpulkan.

Warna propolis bervariasi dari transparan, kuning hingga cokelat gelap tergantung sumber resin. Pada suhu 25-45 derajat Celcius propolis menjadi sangat lengket, lentur dan tidak keras. Di atas suhu tersebut, propolis menjadi makin lengket seperti permen karet. Adapun pada suhu yang rendah, propolis berubah menjadi keras dan rapuh. Pada suhu 60-70 derajat Celcius, propolis akan mulai mencair. Dalam penggunaannya, propolis dapat dicampur dengan etanol, glikol atau air

Posted in Harga Propolis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment