Propolis Sebagai Obat

Penelitian tentang efek propolis dalam dunia kesehatan sudah berjalan lebih dari 30 tahun. Salah satu efeknya adalah sebagai antinyeri. Setiap orang yang mengunyah propolis berkualitas akan merasakan adanya efek baal (mati rasa) ini. Secara tradisional, propolis memang sudah digunakan untuk mengurangi nyeri pada luka, terutama untuk sariawan . Efek ini didapat dari kandungan pinocembrin, pinostrobin, dan ester asam cafeat dalam propolis. Pinocembrin dan asam cafeat sendiri sudah terbukti memiliki efek sepersepuluh lidokain, sejenis obat bius lokal.

Bioflavonoid yang ada dalam propolis juga dapat menghambat pelepasan histamin dan serotonin. Dalam tubuh, zat-zat ini dapat menyebabkan alergi sehingga propolis dikatakan dapat mengurangi reaksi alergi. Namun, pada beberapa orang (1:1000), propolis malah menyebabkan alergi, biasanya berupa bentol ringan.

Efek lain propolis adalah sebagai antibiotik, antijamur, dan antivirus. Sudah lebih dari 5 dekade propolis terbukti sebagai antibiotik, bahkan di Rusia, dijuluki sebagai “Russian penicillin”. Efektivitasnya terutama dengan menon-aktifkan bakteri (bakteriostatik). Kuman yang telah diteliti dapat bereaksi dengan propolis adalah mikobakterium tuberkulosis penyebab penyakit TBC, bacillus subtilis, proteus vulgaris, bacillus alvei, termasuk Stafilococus aureus dan Escherichia coli. Propolis bila ditambah dengan antibiotik standard seperti tetrasiklin, neomisin dan polimiksin, hasilnya dapat melawan kuman Stafilokokus aureus 10-100 kali lebih baik. Sebaiknya, untuk luka kecil, koreng, bisul, goresan, gunakan telebih dahulu propolis sebagai obat luar.

Propolis sebagai antijamur dan antivirus memang baru sekitar satu dekade diteliti secara modern. Meskipun begitu, sejak tahun 70-an, propolis sudah ditemukan dapat membunuh jamur, termasuk Candida albicans. Bahkan penelitian tahun 1977 menunjukkan propolis dapat membunuh protozoa penyebab keputihan, seperti Trichomonas vaginalis dan Toxoplasma gondii.

Antijamur dalam propolis yang paling menonjol adalah pinocembrin, bila dioleskan. Efeknya akan berbeda bila diminum atau disuntikkan. Sediaan propolis terbaik sebagai antijamur adalah propolis dalam campuran alkohol dibandingkan dalam campuran air. pada sebuah penelitia, 10% ekstrak propolis alkohol dapat membunuh 17 jenis jamur.

Efek antivirus propolis tidak terlepas dari perannya sebagai imunostimulan, yaitu meningkatkan daya tahan tubuh. Konig dan kawan-kawan pada tahun 1985 menemukan kandungan asam cafeat sebagai antivirus, sementara flavonoid yang lain tidak demikian. Peneliti Bulgaria menemukan kandungan derivat fenol larut air dalam propolis juga punya efek imunostimulan. Efeknya lebih baik bila propolis diminum dari pada disuntikkan. Propolis juga meningkatkan imunitas dengan cara memproduksi jumlah sel penghasil antibodi di limpa tiga kali lebih banyak dibandingkan tanpa propolis. Baru pada tahun 1992, ditemukan zat aktif yaitu galangin, kaempferol, dan quercetin pda propolis yang dapat menghambat perkembangan virus, termasuk virus polio, herpes, dan influenza.

Efek terapi propolis yang lain adalah sebagai antitumor atau antikanker. Zat aktif yang banyak diteliti adalah CAPE (Caffeic Acid Phenylethyl Ester) karena secara laboratorium, zat aktif ini dapat menghambat pertumbuhan sel terutama pada manusia. Keunggulan lain, CAPE dapat dengan mudah diekstrak dari propolis dan diukur dosisnya, serta dapat digandakan.

Propolis juga telah banyak diteliti sebagai antiradang. Ini diduga karena kandungan flavonoid dalam propolis dapat menghambat kerja enzim yang memecahkan membran sel. Peran propolis lain adalah mempercepat penyembuhan dengan cara meningkatkan pertumbuhan sel-sel seperti pada luka di kulit ataupun di lambung.

Kandungan antioksidan propolis juga menarik perhatian peneliti untuk mengujicobanya di bidang radiasi. Radiasi adalah stimulan terbentuknya radikal bebas dan propolis mampu mengangkut radikal bebas yang terbentuk hingga memiliki efek proteksi. Efek paling baik adalah bila propolis diberikan sebelum atau sesaat sesudah radiasi dengan cara disuntikkan. Efek antioksidan propolis juga membuatnya punya kelebihan 2 kali lipat dapat mengawetkan dibandingkan pengawet standar. Jepang merupakan salah satu negara yang banyak melakukan pengawetan daging ataupun ikan dengan menggunakan propolis. Cara ini terbukti dapat mengawetkan makanan tanpa menghilangkan cita rasanya.

Efek antioksidan propolis juga menempatkannya sebagai obat awet muda dan panjang umur. Penelitian lain menunjukkan propolis juga memiliki efek detoksifikasi zat beracun lewat pembersihan hati. Konsumsi propolis setiap hari dapat mencegah akumulasi racun dalam tubuh.

Cara Pemesanan

Propolis Melia Nature

Harga 1 Botol Propolis Melia Nature Harga Rp. 115.000 dengan Isi 6 ml/botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0635-7728, tuliskan: Pesan Propolis Melia Nature, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( Untuk Menentukan Ongkos Kirim )

This entry was posted in Harga Propolis and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.