Sejarah Penggunaan Propolis

Propolis berasal dari bahasa Yunani, yaitu PRO yang berarti di depan atau sebelum dan POLIS yang berarti kota. Istilah ini menggambarkan propolis sebagai penjaga lebah dari serangan binatang lain dan juga cuaca yang buruk.

Propolis merupakan resin lengket yang berasal dari batang pohon atau kulit kayu, dikumpulkan dan di proses dengan sekresi cairan ludah lebah. Tanaman mengeluarkan resin untuk melindungi dirinya dari penyakit dan memperbaiki kerusakan.

Resin digunakan lebah untuk melapisi sarang bagian dalam, memperbaiki sisiran yang rusak, menambal lubang-lubang, dan memperkecil ukuran jalan masuk sel untuk menghindari udara dingin. Jika ada binatang yang mati dalam sarang dan terlalu berat untuk dibuang, lebah akan membungkusnya dengan propolis. Yang juga penting, propolis digunakan sebagai campuran malam untuk menutup sel berisi larva sehingga terlindung dari serangan.


Cara pasti bagaimana lebah mendapatkan resin bunga belum jelas, agaknya lebah mengambil resin dengan cara mengelupasnya memakai rahang mereka lalu membawanya seperti membawa pollen, yaitu dalam keranjang pollen.

Disarang, lebah lain akan menerima propolis dari lebah pandu tersebut lalu memperosesnya dengan lilin dan menggunakannya sesuai kebutuhan. Ini bisa terjadi berjam-jam sampai propolis di kaki lebah pandu habis.

Lebah yang diketahui mengumpulkan propolis adalah A. mellifera, lebah madu tidak bersengat genus Meliponinio dan Trigona.

Sejarah Penggunaan Propolis.

Seorang sarjana Romawi, Pliny The Elder (79-23 SM) penulis Ensiklopedia Historia Naturalis, sudah mengidentifikasi bahwa propolis memiliki kemampuan mengurangi pembengkakan, meredakan nyeri dan menyembuhkan luka yang parah. Suku Inca menggunakan propolis untuk mengatasi semua peradangan dan pembengkakan. Selama perang Boer (1888-1902) propolis dicampur dengan petroleum jelly digunakan untuk membersihkan luka dan mempercepat penyembuhan.

Dibidang lain, sejak dahulu propolis merupakan pilihan untuk melapisi benda-benda seperti alat musik. Salah satu alat musik legendaris yang amat awet adalah biola Guarnieri buatan tahun 1750 yang sudah diteliti ditemukan adanya unsur pollen dan propolis. Propolis yang dicampur alkohol secara turun temurun juga digunakan untuk membersihkan peralatan agar bersinar dan tahan lama. Orang Mongolia dan Siberia menggunakan propolis untuk melapisi kayu rumah hingga dapat bertahan dari salju dan udara dingin tanpa merusak kayu.

Ciri Khas Fisik Propolis

Propolis bersifat lengket seperti lem sehingga sering disebut lem lebah. Warna, bau, dan khasiatnya berbeda-beda tergantung sumber dan musim ketika lebah mengumpulkan.

Warna propolis bervariasi dari transparan, kuning hingga cokelat gelap tergantung sumber resin. Pada suhu 25-45 derajat Celcius propolis menjadi sangat lengket, lentur dan tidak keras. Di atas suhu tersebut, propolis menjadi makin lengket seperti permen karet. Adapun pada suhu yang rendah, propolis berubah menjadi keras dan rapuh. Pada suhu 60-70 derajat Celcius, propolis akan mulai mencair. Dalam penggunaannya, propolis dapat dicampur dengan etanol, glikol atau air.

Cara Pemesanan

Propolis Melia Nature

Harga 1 Botol Propolis Melia Nature Harga Rp. 115.000 dengan Isi 6 ml/botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0635-7728, tuliskan: Pesan Propolis Melia Nature, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( Untuk Menentukan Ongkos Kirim )

This entry was posted in Harga Propolis and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.